Showing posts with label dinding. Show all posts
Showing posts with label dinding. Show all posts
Membersihkan Dapur

Bila ingin membersihkan dapur, siapkan dua ember. Yang satu berisi air bersih, yang lain berisi air yang dicampur deterjen atau cairan pembersih. Cuci, sikat, gosok semua yang perlu dibersihkan. Terakhir, bilas dengan air bersih dan keringkan.

Untuk membersihkan dinding dapur dibutuhkan campuran satu cangkir cairan amoniak, 1/2 cangkir ekstrak cuka dan 1/2 cangkir washing soda (soda ash) dimasukkan ke dalam 10 liter air hangat, lalu dengan karet busa/spons atau kain pembersih yang lembut gosokkan ke dinding.

Untuk membersihkan noda minyak pada dinding, sapu noda dengan sebuah kuas bedak yang sudah ditaburi bedak talek. Lakukan berulang-ulang sampai noda hilang.
Lumut di Dinding

Dinding halaman kerap berlumut. Bila hal itu terjadi, tidak perlu repot-repot mengeroknya. Cukup buat larutan air kapur lalu siram ke dinding. Diamkan semalaman. Keesokan harinya anda tinggal menggosok dinding, lumut pun akan mudah terkelupas. Terakhir, bilas dengan air.

Atau ambil 1 liter air dan 1 sendok makan kaporit. Campurkan kedua bahan tersebut dengan rata, lalu siramkan ke dinding yang berlumut. Biarkan selama beberapa jam. Setelah itu sikat dan siram dengan air bersih.

Bisa juga dengan memerciki daerah yang berlumut dengan cuka. Diamkan selama 15 menit. Setelah itu, sikat dinding sampai bersih, kemudian bilas dengan air bersih.
Ulir Sekrup Karatan

Sebelum menyekrup, ulir sekrup sebaiknya diminyaki dan ditaburi grafit. Dengan demikian sekrup pun tidak cepat karatan dan bila suatu hari kelak mau dilepaskan, juga lebih gampang.

Sekrup Tertancap Kuat

Saat akan memasang sekrup pada lemari atau meja, agar kelak tidak mudah bergerak, beri sedikit lem sepanjang ulirnya.

Kalau yang akan disekrup tembok, beri kapur tulis pada ujung ulir.

Mengatasi Sekrup Longgar

Setelah lama, ulir sekrup kadang menjadi longgar. Untuk mengatasinya, lepaskan ulir sekrup lalu beri benang pada sekrup tersebut.

Bekas Paku pada Dinding

Dinding yang berlubang-lubang bekas paku, kelihatan tidak indah. Agar tembok kembali utuh, ambil satu sendok makan kapur sirih lalu campurkan dengan sedikit air. Isi lubang-lubang itu dengan kapur tersebut. Setelah kering, tambalan itu akan terlihat seperti tembok di sekitarnya.

Paku Mudah Masuk

Paku yang akan ditancapkan di dinding, akan lebih mudah masuk bila sebelum ditancapkan, diolesi dulu dengan sabun colek.

Paku Tidak Meleset

Agar paku tidak meleset dari tempat yang akan ditancapkan, taruh selotip tepat pada tempat yang akan ditancapkan paku.
Coretan Crayon di Dinding

Untuk menghilangkan coretan crayon pada dinding, semprotkan WD-40 lubricant (bisa dibeli di pasar swalayan pada bagian peralatan mobil) ke dinding. Lalu gosok dengan lap bersih. Setelah itu, ambil lagi lap bersih yang lembut lalu beri sedikit sabun cair dan air hangat. Gosokkan ke dinding yang bernoda dengan gerakan memutar.

Noda Lemak di Dinding

Ambil tepung maizena secukupnya lalu beri sedikit air. Oleskan ke noda lemak tersebut. Setelah kering, sikat dengan sikat gigi bekas. Kemudian ambil kertas sampul cokelat dan lipat dua. Letakkan kertas di tempat noda. Sementara itu, panaskan setrika lalu setrika kertas tersebut. Noda pun mulai memudar. Terakhir, ambil lap yang diberi beberapa tetes alkohol lalu lap noda itu. Dinding pun akan bersih kembali.

Noda Tinta di Dinding

Beri beberapa tetes alkohol ke lap bersih, lalu gosokkan hanya pada bagian yang bernoda.
Cat Tembok Tak Cepat Menguning

Bila anda menggunakan cat putih untuk tembok, supaya warnanya tidak cepat menguning dimakan waktu, tambahkan beberapa tetes cat hitam ke dalam cat putih. Aduk sampai rata baru kemudian gunakan untuk mengecat dinding.

Noda Cat di Lantai

Untuk membersihkan cat yang menetes ke lantai, basahkan tempat yang terkena noda cat itu tapi jangan terlalu basah. Kemudian gosok noda tersebut dengan amplas yang tidak terlalu kasar. Hati-hati, jangan sampai lantai ikut tergores.

Ada tips lain? Ayo komentar!