Kompor Gas

Ketika membeli tabung elpiji, periksalah keutuhan segel. Pastikan cincin karet kecil ada di mulut tabung elpiji.

Saat memasang regulator ke mulut tabung, pastikan tidak ada suara mendesis dan tercium bau gas.

Hindari selang dari gigitan tikus, sayatan benda tajam, nyala api, dan penempatan selang yang dapat menghambat kelancaran aliran gas.

Letakkan tabung gas elpiji di ruang yang berventilasi baik. Paling baik bila tabung gas diletakkan di balik dinding bagian luar, tapi jangan terkena matahari langsung.

Tabung dan kompr gas harus rajin dibersihkan agar tidak terjadi penyumbatan.

Bila anda ingin bepergian, pastikan peralatan elpiji dalam keadaan mati.

Bila elpiji bocor, jangan panik. Segera lepaskan regulator dari tabungnya. Bila tabung elpiji di dalam ruangan, segera bawa keluar. Jangan pernah menyalakan api!
Kompor Minyak Tanah

Kompor minyak tanah memang murah meriah, tapi anda perlu hati-hati saat menggunakannya. Untuk mencegah kompor meledak, setelah digunakan jangan lupa untuk mematikannya dan jaga agar lubang pengisi minyak tanah senantiasa tertutup. Sumbu yang digunakan harus yang ukurannya sesuai, jangan kekecilan. Selain itu, agar nyala api bagus, sumbu dan sarang kompor harus dibersihkan secara teratur. Saat mengisi minyak tanah, pastikan kompor dalam keadaan mati dan jangan terlalu penuh.
Merawat Kompor

Agar kompor selalu tampak bersih, bersihkan setiap hari. Seminggu sekali, saat melap tungku, oleskan vaselin agar kotorannya ikut terangkat dan sekaligus melindunginya dari karat.

Bila kompor sudah dingin, bersihkan kotorannya dengan tisu kasar. Setelah itu, buat adonan baking soda dan air dengan perbandingan 3 : 2. Taruh adonan ini di lap, gosokkan ke seluruh permukaan kompor. Ambil spons untuk mengangkat sisa-sisa adonan. Terakhir, dilap dengan lap kering hingga seluruh permukaan kompor benar-benar kering.

Atau ambil bawang merah besar, potong menjadi 2 bagian, lalu gosok-gosokkan ke noda di kompor. Maka noda pun akan menjadi hilang.
Membersihkan Alat Pembuat Wafel

Setiap kali selesai menggunakan alat pembuat wafel, anda perlu membersihkannya. Setelah alat itu dingin, sikatlah peralatan dengan sikat halus. Kalau bisa dicopot, celupkan tempat memasak di air hangat yang diberi sabun cair. Lalu gosok perlahan-lahan dengan sabun nilon.
Membersihkan Termos

Termos yang sudah lama digunakan, perlu dibersihkan. Caranya, isi 3/4 termos dengan air hangat dan 1 sendok teh soda bikarbonat. Tutup dan kocok perlahan-lahan. Setelah itu, buang airnya. Selanjutnya bilas sampai benar-benar bersih. Keringkan.

Atau masukkan segenggam beras ke dalam termos, lalu isi air panas secukupnya. Kocok termos peralahan-lahan, lalu buang isinya. Setelah itu, cuci termos dengan air besih. Biasanya bau akan hilang.

Sedangkan untuk menghilangkan bau termos baru bisa dengan mengisinya dengan air kopi.
Merawat Panci/Wajan Teflon

Bila anda membli panci/wajan teflon baru, setelah dicuci dengan sabun cair dan spons lembut, olesi dengan minyak goreng. Diamkan selama 1 malam. Setelah itu, saat memasak jangan menggunakan api yang terlalu besar. Juga jangan dicuci saat masih panas atau menggunakan spons kasar dan abu gosok.

Saat menyimpan panci/wajan teflon, sebaiknya jangan ditumpuk. Kalau terpaksa ditumpuk, antara masing-masing peralatan alasi dengan tisu dapur.
Merawat Talenan Kayu

Talenan kayu baru hendaknya tidak langsung dipakai tapi olesi dengan minyak goreng, lalu tutup dengan serbet atau aluminium foil. Diamkan selama 2 hari. Setelah itu bersihkan talenan dengan tisu dapur, kemudian cuci dengan sabun.

Agar talenan kayu tidak kusam, anda perlu sering mengolesinya dengan minyak goreng.

Atau taburi talenan dengan garam lalu gosok dengan irisan jeruk nipis. Kotoran pun akan mudah diangkat. Cara lain, olesi talenan dengan air perasan jeruk nipis. Diamkan selama 1 malam. Keesokan harinya bilas dan cuci dengan sabun.

Selain itu, setiap kali selesai menggunakan talenan, bersihkan kotoran yang menempel dengan cara mengeroknya dengan pisau. Karena kotoran itu mungkin saja mengandung bakteri yang dapat mengkontaminasi makanan. Namun ini tak perlu terlalu dikhawatirkan karena kayu secara alami dapat membunuh bakteri.

Jangan pernah merendam talenan kayu dalam air karena akan menyebabkan talenan berbau tidak sedap.

Bila talenan berbau amis, gosok talenan dengan cuka atau jeruk nipis. Setelah itu cuci seperti biasa.
Merawat Peralatan Kayu

Peralatan dari kayu seperti sodet, centong, dan sebagainya akan tetap bersih, bila anda sekali-sekali mengolesinya dengan minyak goreng.

Cara lain, rendam peralatan dari kayu dalam air yang dicampur dengan soda kue selama beberapa hari.
Noda pada Barang Plastik

Ambil 1 - 2 buah belimbing wuluh atau 1 buah jeruk nipis. Belah buah tersebut lalu gosokkan pada noda di barang plastik. Noda pun akan segera hilang. Setelah itu cuci dengan sabun.

Plastik Kembali Seperti Baru

Barang plastik yang sudah lama dipakai sering tampak kusam dan kotor. Untuk membuat barang-barang itu seperti baru kembali, gosoklah dengan minyak goreng. Setelah itu cuci dengan sabun.

Permukaan plastik yang sudah kusam juga bisa kembali mengkilap bila digosok dengan pasta gigi.
Spons yang Bersih

Spons merupakan media yang baik untuk memindahkan kuman. Sebaiknya, setiap kali selesai mencuci piring, spons dibersihkan dan diseduh dengan air panas.
Merawat Peralatan Aluminium

Peralatan aluminium anda sudah kusam? Coba ambil belau secukupnya, lalu beri sedikit air. Remas-remas larutan belau hingga hancur. Setelah itu gosokkan ke peralatan aluminium sambil diberi sedikit air bila perlu. Dalam sekejap peralatan pun menjadi kinclong. Terakhir cuci seperti biasa.

Atau buat campuran abu gosok, sabun colek, dan garam kasar. Gosokkan campuran ini ke peralatan aluminium yang kusam. Peralatan pun akan kembali bersih. Lalu cuci seperti biasa.

Kalau peralatan aluminium hitam akibat oksidasi, isi dengan air yang diberi cuka, air perasan jeruk nipis, atau belimbing wuluh. Didihkan larutan tersebut selama 15 menit. Kotoran pun akan mudah lepas.
Menjaga Pecah Belah Tetap Utuh

Barang pecah belah cepat pecah. Untuk menghindarinya, rendam barang-barang pecah belah baru yang terbuat dari porselin dalam air garam selama 10 menit. Setelah itu rebuslah bersama air garam hingga mendidih. Kemudian angkat dari api. Biarkan barang-barang tersebut dalam rendaman sampai airnya dingin kembali. Barang pecah belah pun akan lebih awet.
Merawat Parutan Besi

Terkadang meskipun sudah dibersihkan, masih ada sisa makanan yang menempel di parutan besi. Untuk itu, coba kucurkan air leding ke atasnya. Kalau cara itu tidak berhasil, ambil roti kering lalu parutkan ke parutan tersebut.

Bila parutan besi berkarat, ambil singkong yang sudah dikupas. Lalu parutkan ke parutan yang berkarat. Diamkan selama 1 jam. Setelah itu cuci dan olesi dengan minyak goreng.
Membersihkan Panggangan

Panggangan yang kotor oleh sisa-sisa makanan, berkesan jorok. Untuk membersihkannya, setiap kali selesai memanggang, tutup jeruji panggangan dengan aluminium foil dengan sisi yang tidak mengkilap di sebelah luar. Nyalakan api, lalu panggang selama 10 - 12 menit. Saat aluminium foil dibuka, akan tampak kotoran-kotoran yang lepas dan jeruji panggangan pun bersih.

Bisa juga buat gulungan bola dari aluminium foil lalu gosok panggangan dengan "bola" tersebut.

Setelah selsai memanggang, biarkan panggangan tetap di atas api selama 20 menit. Dengan demikian, kotorannya akan lepas. Setelah itu, cuci panggangan dengan bubuk pembersih.

Bila menggunakan panggangan putar (roast), masukkan wadah yang diisi dengan sedikit air di bagian bawahnya agar remah-remah dan cairan yang jatuh tidak menjadi gosong dan juga akan lebih mudah dibersihkan.
Agar Pantat Panci Tidak Hitam

Untuk menghindari noda hitam melekat pada panci atau wajan, sebaiknya sebelum diletakkan di atas kompor, bagian luar panci dan wajan digosok dulu dengan minyak goreng yang dicampur dengan sabun deterjen, hingga rata. Setelah itu barulah letakkan panci/wajan di atas kompor. Jadi kita tidak usah susah-susah menghilangkan noda hitam pada panci atau wajan.